Cara Membedakan Uang Asli dengan Uang Palsu

Diposkan oleh Adi Wijaya , in , ,




Cara Membedakan Uang Asli dengan Uang Palsu -
Semakin maraknya peredaran uang palsu dikalangan masyarakat membuat admin menjadi resah, apalagi ada beberapa teman admin apes tertipu oleh uang palsu. Mereka baru menyadari bahwa uang yang mereka terima itu palsu setelah mereka sampai dirumah. Sebenarnya tidak begitu sulit untuk membedakan uang asli dan uang palsu, namun terkadang karena tidak jeli atau karena terlalu percaya ketika sedang transaksi jual beli, kita tidak mengecek uang yang kita terima alias disimpan begitu saja. Padahal hal tersebut merupakan kebiasaan buruk yang mesti diubah mulai sekarang. Alasan yang sering kita jumpai kenapa tidak mau mengecek uang saat menerimanya ialah karena takut orang yang memberi merasa tersinggung jika kita mengecek uang tersebut. Memang sih admin juga suka begitu, alias langsung saja menyimpan uang yang kita terima kedalam dompet atau saku tanpa mengeceknya terlebih dahulu karena admin takut orang yang memberi uang merasa tersinggung. Sadar atau tidak kebiasaan tersebut harus kita buang-buang mulai dari sekarang, karena kebiasaan tersebut justru dapat membuat peredaran uang palsu semakin marak dan pesat. Dengan kita membiasakan diri untuk mengecek uang sebelum menerimanya tentu bisa menekan peredaran dari uang palsu tersebut. Nah bagaimana cara membedakan uang asli dengan uang palsu ? berikut cara mudah membedakan uang asli dengan uang palsu.


Ciri - Ciri Keaslian Uang Rupiah

Uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yg bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan. Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan, yaitu:

Unsur Pengaman Yang Tertanam Pada Bahan Uang


  • Tanda Air (Watermark) dan Electrotype – Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yg akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.
  • Benang Pengaman (Security Thread) – Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dpt dibuat tidak memendar maupun memendar dibawah sinar ultraviolet dgn satu warna atau beberapa warna.


Unsur Pengaman Yang Dihasilkan Melalui Teknik Cetak




  • Cetak Intaglio – Cetakan yang terasa kasar apabila diraba.
  • Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink) - Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
  • Gambar Saling Isi (Rectoverso) – Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.
  • Gambar Tersembunyi(Latent Image) - Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
  • Tulisan Mikro (Micro Text) – Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.
  • Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink) - Hasil cetak tidak kasat mata yg akan memendar di bawah sinar ultraviolet.


Uang Kertas Pecahan Rp. 100.000 Tahun Emisi 2004

Ukuran: Panjang 151mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Merah
Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004


Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Proklamator Dr. Ir. Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta


Bagian Belakang: Gambar Gedung MPR dan DPR RI

Uang Kertas Pecahan Rp. 50.000 Tahun Emisi 2005:

Ukuran: Panjang 149mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Biru
Tanggal Pengeluaran: 20 Oktober 2005


Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai


Bagian Belakang: Gambar Danau Beratan, Bedugul, Bali

Uang Kertas Pecahan Rp. 20.000 Tahun Emisi 2004

Ukuran: Panjang 147mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Hijau
Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004


Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional Oto Iskandar Di Nata


Bagian Belakang: Gambar Pemetik Teh

Uang Kertas Pecahan Rp. 10.000,- Tahun Emisi 2005 Desain Baru:

Ukuran: Panjang 145mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Ungu Kebiruan
Tanggal Pengeluaran: 03 Juni 2010


Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II


Bagian Belakang: Gambar Rumah Limas, Palembang

Nah itulah tips - tips dalam membedakan uang asli dengan uang palsu, semoga bermanfaat.
 






Coba Juga Baca Artikel Menarik Di Bawah Ini :

Share This Post

1 komentar:

Poskan Komentar

Jika komentar anda ingin muncul dan di setujui oleh Admin, maka berkomentarlah yang sopan. Karena Jika komentar anda di setujui dan muncul di Permathic Blog sama halnya anda mendapat back link dari Permathic Blog.